Katarina
dilahirkan pada tanggal 3 Mei 1632 di sebuah desa kecil di Perancis. Ia
dibaptis pada hari itu juga. Keluarga Katarina adalah keluarga Katolik
yang saleh. Kakek dan neneknya memberikan teladan terutama dalam
ketulusan mereka merawat orang-orang miskin. Katarina menyaksikan dengan
mata terbelalak sementara neneknya mengajak seorang pengemis cacat
masuk ke dalam rumah mereka. Neneknya itu mempersilakan sang pengemis
mandi, memberinya pakaian bersih serta menyediakan hidangan lezat.
Ketika Katarina dan kakek neneknya duduk bersama sekeliling perapian
malam itu, mereka mendaraskan doa Bapa Kami keras-keras. Mereka mengucap
syukur kepada Tuhan atas segala berkat-Nya.Karena tidak tersedia rumah sakit di kota mereka yang kecil, orang-orang sakit dirawat hingga sembuh kembali di rumah kakek nenek Katarina. Katarina mulai



Beata
Rosa dilahirkan di Viterbo, Italia, pada tahun 1656. Ayahnya seorang
dokter. Ia masuk biara, tetapi setelah beberapa bulan memutuskan untuk
pulang ke rumah. Ayahnya meninggal dunia dan ia merasa bertanggung jawab
untuk merawat ibunya yang janda.
Beato
Francois adalah uskup pertama Quebec City, Canada. Ia dilahirkan pada
tahun 1623 di sebuah kota kecil di Perancis. Ia mendapatkan pendidikan
Katolik yang baik. Ia melanjutkan belajar di Yesuit dan lalu pergi ke
Paris guna menyelesaikan persiapannya ke jenjang imamat. Pada bulan Mei
1647 Francois ditahbiskan sebagai imam dan pada tanggal 8 Desember 1658
ditahbiskan sebagai uskup. Pada tahun 1659 ia tiba di New France.
Elodie
Paradis dilahirkan di desa L'Acadie di Quebec, Canada pada tanggal 12
Mei 1840. Orangtuanya miskin, namun mereka adalah orang-orang Katolik
yang saleh. Mereka mencintai gadis kecil mereka. Ketika Elodie berusia
sembilan tahun, orangtuanya memutuskan untuk mengirimkannya ke sebuah
sekolah asrama. Mereka menginginkan puteri mereka mendapatkan pendidikan
yang baik. Suster-suster Notre Dame dengan hangat menyambut murid baru
mereka. Elodi senang tinggal di asrama, meski ia dan keluarganya sungguh
saling merindukan satu sama lain.

Atanasius
dilahirkan sekitar tahun 297 di Alexandria, Mesir. Ia membaktikan
seluruh hidupnya untuk membuktikan bahwa Yesus adalah sungguh Allah. Hal
ini amat penting, karena sekelompok orang yang disebut Arian
menyangkalnya. Sebelum ia menjadi seorang imam, Atanasius telah banyak
membaca buku tentang iman. Oleh sebab itulah dengan mudah ia dapat
menunjukkan kelemahan-kelemahan ajaran bidaah Arian.
Ini
merupakan pesta St. Yosef yang kedua dalam kalender perayaan Gereja.
Kita juga merayakan pesta St. Yosef pada tanggal 19 Maret yang lalu. St.
Yosef adalah santo yang teramat penting. Ia suami Bunda Maria dan bapa
asuh Yesus.
Paus
yang kudus ini dilahirkan di Italia pada tahun 1504. Ia dibaptis dengan
nama Antonius Ghislieri. Antonius sungguh ingin menjadi seorang imam,
tetapi tampaknya angan-angannya itu tidak akan pernah menjadi kenyataan.
Orangtuanya miskin. Mereka tidak punya cukup uang untuk
menyekolahkannya. Suatu hari, dua orang imam Dominikan datang ke
rumahnya dan bertemu dengan Antonius. Para imam itu amat suka kepadanya
hingga mereka bersedia mengurus pendidikannya. Demikianlah, pada usia
empat belas tahun, Antonius bergabung dalam Ordo Dominikan. Ia memilih
nama “Mikhael”. Setelah menamatkan studinya, ia ditahbiskan sebagai
imam. Kemudian ia ditahbiskan pula sebagai uskup dan kardinal.
St.
Katarina dilahirkan pada tahun 1347. Santa yang termashyur ini adalah
pelindung Italia, tanah airnya. Katarina adalah anak bungsu dalam
keluarga yang dikaruniai dua puluh lima anak. Ayah dan ibunya
menghendaki agar ia menikah dan hidup bahagia. Tetapi, Katarina hanya
ingin menjadi seorang biarawati. Untuk menyatakan tekadnya, ia memotong
rambutnya yang panjang dan indah. Ia ingin menjadikan dirinya tidak
menarik. Orangtuanya amat jengkel dan seringkali memarahinya. Mereka
juga menghukumnya dengan memberinya pekerjaan rumah tangga yang paling
berat. Tetapi Katarina pantang menyerah. Pada akhirnya, orangtuanya
berhenti menentangnya.
St.
Petrus Chanel dilahirkan dekat Belley, Perancis pada tahun 1803. Sejak
berumur tujuh tahun, ia menggembalakan kawanan domba ayahnya. Meskipun
miskin, ia seorang anak yang cerdas dan saleh. Suatu hari, seorang imam
paroki yang baik hati berjumpa dengannya. Imam begitu terkesan padanya
hingga ia meminta ijin dari orangtuanya agar diperbolehkan menyediakan
pendidikan bagi Petrus. Di sekolahnya, dan kelak di seminari, Petrus
belajar dengan tekun. Ketika telah ditahbiskan sebagai imam, ia
ditugaskan di sebuah paroki di mana hanya ada sedikit umat Katolik yang
masih mengamalkan imannya. Pastor Chanel seorang pendoa. Ia baik hati
serta lemah lembut pada setiap orang. Hanya dalam waktu tiga tahun,
terjadi perubahan besar di paroki. Banyak orang kembali mengasihi Yesus
dan Gereja-Nya dengan segenap hati.
St.
Zita dikenal sebagai santa pelindung para pembantu rumah tangga. Ia
dilahirkan di dusun Monte Sagrati, Italia, pada tahun 1218. Orangtuanya
sangat saleh dan membesarkan Zita dengan cinta kasih Kristiani.
Merupakan tradisi pada waktu itu bahwa keluarga-keluarga miskin akan
mengirimkan anak-anak gadis mereka kepada keluarga-keluarga yang
terpercaya, yang mampu mempekerjakan mereka. Para gadis itu akan tinggal
dalam keluarga tersebut untuk beberapa waktu lamanya dan dipekerjakan
untuk melakukan tugas-tugas rumah tangga. Zita pergi bekerja di rumah
keluarga Fatinelli di Lucca ketika usianya dua belas tahun.
Markus
hidup pada jaman Yesus. Ia bukan salah seorang dari kedua belas rasul
Kristus, melainkan saudara sepupu St. Barnabas, rasul. Markus menjadi
terkenal karena ia menulis satu dari keempat Injil. Sebab itu ia disebut
pengarang Injil. Injil Markus cukup singkat, tetapi memberi banyak
keterangan terperinci yang tidak terdapat dalam Injil lainnya. Ketika
masih muda, Markus pergi bersama dua rasul besar, Paulus dan Barnabas,
dalam suatu perjalanan kerasulan untuk mewartakan ajaran Yesus pada
bangsa-bangsa lain. Tetapi, sebelum perjalanan berakhir, tampaknya
Markus berselisih dengan St. Paulus. Markus mendadak kembali ke
Yerusalem. Paulus dan Markus akhirnya dapat mengatasi perselisihan
mereka. Malahan, dari penjara di Roma, Paulus menulis agar Markus datang
untuk menghibur serta membantunya.
Namanya
ialah Mark Rey. Ia dilahirkan di Jerman pada tahun 1578. Mark menuntut
ilmu di Universitas Freigburg yang termashyur untuk menjadi seorang
pengacara. Semasa masih mahasiswa, ia sering mengunjungi mereka yang
sakit dan yang miskin. Setiap hari ia selalu meluangkan waktu untuk
berdoa. Saudaranya memutuskan untuk menjadi seorang imam Fransiskan
Kapusin. Sebaliknya, Mark menamatkan kuliahnya dan menjadi seorang
pengacara terkenal.
St.
Georgius biasa digambarkan sedang membunuh seekor naga untuk
menyelamatkan seorang perempuan cantik. Naga melambangkan kejahatan.
Perempuan melambangkan kebenaran Allah yang kudus. St. Georgius membunuh
sang naga sebab ia telah memenangkan pertarungan melawan iblis.
St
Soter adalah seorang paus di masa silam pada masa pemerintahan
kaisar-kaisar Romawi. Ia adalah seorang bapa sejati bagi segenap umat
Kristiani. Ia memberikan banyak pertolongan kepada mereka yang miskin.
Ia memberikan perhatian istimewa kepada mereka yang dijatuhi hukuman
kerja paksa di pertambangan-pertambangan berbahaya. Mereka dikirimkan ke
sana sebab mereka tak hendak menyangkal iman kepada Yesus. Orang-orang
Kristen yang gagah berani ini senantiasa kelaparan. Mereka juga hanya
diijinkan untuk beristirahat sebentar saja. Orang-orang Kristen lainnya
dibelenggu dalam penjara-penjara. Paus Soter melakukan segala yang
mungkin dapat ia lakukan demi menghibur dan menolong mereka.
Anselmus
dilahirkan di Italia utara pada tahun 1033. Dari rumahnya ia dapat
melihat pegunungan Alpen. Ketika usianya lima belas tahun, Anselmus
mencoba masuk biara di Italia. Tetapi, ayahnya menentangnya. Kemudian
Anselmus jatuh sakit. Tak lama sesudah ia sembuh, ibunya meninggal
dunia. Anselmus masih muda, ia juga kaya dan pandai. Segera saja ia
melupakan niatnya untuk melayani Tuhan. Ia mulai hanya berpikir untuk
bersenang-senang.
St.
Agnes dilahirkan dekat kota Montepulciano, Italia, pada tahun 1268.
Ketika usianya baru sembilan tahun, ia memohon kepada ayah ibunya untuk
diijinkan tinggal di biara dekat tempat tinggal mereka. Agnes amat
senang bersama para biarawati. Mereka melewatkan hidup mereka dalam doa
dan ketenangan. Mereka bekerja keras juga. Meskipun Agnes masih muda, ia
mengerti mengapa para biarawati itu bisa hidup dan berdoa dengan baik.
Sebab, mereka ingin bersatu dengan Yesus.
Barbara
dilahirkan di Perancis pada tahun 1566. Ia menikah dengan Petrus Acarie
ketika usianya tujuh belas tahun. Barbara dan suaminya mencintai iman
Katolik mereka dan mengamalkannya dalam hidup sehari-hari. Pasangan
tersebut dikaruniai enam orang anak dan keluarga mereka hidup bahagia.
Barbara berusaha menjadi seorang isteri dan ibu yang baik. Keluarganya
belajar dari Barbara bagaimana mencintai doa dan melakukan karya belas
kasih. Suatu ketika, suaminya secara tidak adil dituduh melakukan suatu
kejahatan. Barbara sendiri datang menyelamatkannya. Ia pergi ke
pengadilan, dan seorang diri saja, berhasil membuktikan bahwa suaminya
tidak bersalah.
Stephen
adalah seorang pemuda Inggris yang hidup pada abad keduabelas. Ia
adalah seorang murid cemerlang yang suka belajar. Stephen teristimewa
menaruh minat pada sastra. Ia bersungguh-sungguh mengenai hidup dan
bedoa setiap hari. Suatu ketika Stephen dan temannya berjalan kaki
berziarah ke Roma. Sekembalinya, Stephen bergabung dengan kelompok
biarawan yang amat miskin dan kudus. Para biarawan ini berdoa, berpuasa
dan bekerja keras. Demikianlah cara mereka mengungkapkan kasih mereka
kepada Tuhan. Stephen memperhatikan bagaimana bahagianya mereka. Abbas
mereka adalah seorang santo, yakni St Robertus.
Orang
kudus dari Perancis yang dilahirkan pada tahun 1748 ini menempuh jalan
hidup yang aneh. Ia adalah putera seorang pemilik toko dan memperoleh
pendidikan dari pamannya, seorang imam. Ketika imam yang baik itu
meninggal dunia, Benediktus berusaha masuk biara. Tetapi, ia ditolak
karena masih terlalu muda. Benediktus kemudian mencoba masuk biara
lainnya. Ia menyukai kehidupan doa dan mati raga. Namun, ketika ia masuk
biara, Benediktus menjadi kurus dan lemah. Maka, dinasehatkan kepadanya
agar ia pulang ke rumah dan hidup sebagai seorang Kristen yang baik.
Benediktus pulang dan perlahan-lahan kesehatannya pulih kembali. Ia
berdoa mohon bantuan Tuhan. Kemudian Benediktus merasa bahwa Tuhan telah
menjawab doanya. Ia akan menjadi seorang peziarah, seorang yang
mengadakan perjalanan suci dengan berdoa dan bermati raga. Sebagai
peziarah, Benediktus akan mengunjungi tempat-tempat suci yang termashyur
di Eropa.
Lidwina
artinya “penderitaan.” Lidwina seorang gadis Belanda. Ia dilahirkan
pada tahun 1380 dan wafat pada tahun 1433. Ketika umurnya lima belas
tahun, Lidwina mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan. Mungkin saja
ia akan menjadi seorang biarawati kelak. Tetapi, suatu siang, terjadi
peristiwa yang akan mengubah seluruh hidupnya.
St
Martin adalah seorang imam Roma yang memiliki reputasi sebagai seorang
yang berpendidikan dan kudus. Ia menjadi paus pada bulan Juli 649.
Ketika orang memperdebatkan kebenaran-kebenaran mengenai Yesus, Paus
Martin mengadakan pertemuan para uskup. Pertemuan ini disebut Konsili
Lateran. Dalam konsili diterangkan secara jelas apa yang kita yakini
mengenai kebenaran-kebenaran iman. Namun demikian, sebagian umat
Kristiani tidak puas mengenainya. Paus Martin tahu bahwa
penjelasan-penjelasan konsili benar adanya. Adalah tugasnya sebagai
seorang paus untuk mengajarkan kebenaran kepada umat.
Kematian
saudara laki-lakinya meninggalkan kesan mendalam dalam diri Yoseph. Ia
bertanya pada Yesus dalam Ekaristi dan juga pada Bunda Maria mengapa itu
harus terjadi. Penderitaan haruslah membawa hikmah. Yoseph segera
menyadari akan pentingnya tenaga ahli dalam bidang kesehatan. Dan yang
terpenting, ia menyadari bahwa dalam kehidupan ini kita berziarah menuju
kehidupan kekal. Tergantung pada kita apakah kita mau menolong serta
melayani orang lain selama kita dalam perjalanan. Yoseph bertanya-tanya
dan berdoa apakah yang harus ia lakukan dalam hidupnya. Ia memutuskan
bahwa ia ingin menolong orang lain dengan membantu menyembuhkan penyakit
yang mereka derita. Yoseph ingin menjadi seorang dokter.
St.
Stanislaus dilahirkan dekat Cracow, Polandia pada tahun 1030. Kedua
orangtuanya telah berdoa tiga puluh tahun lamanya agar dikarunia seorang
anak. Ketika Stanislaus lahir, mereka mempersembahkannya kepada Tuhan
oleh sebab mereka amat bersyukur. Ketika dewasa, Stanislaus belajar di
Paris, Perancis. Sesudah orangtuanya meninggal dunia, ia memberikan
semua harta milik yang diwariskan orangtuanya kepada fakir miskin.
Kemudian ia menjadi seorang imam.
Antonius
dilahirkan di Italia utara pada abad kelimabelas. Ia menggabungkan diri
dalam Ordo Dominikan di Florence, Italia. Pemimpin biara pada masa itu
adalah seorang santo, yakni
St.
Yohanes Baptista de la Salle dilahirkan di Rheims, Perancis pada
tanggal 30 April 1651. Orangtuanya berasal dari kalangan bangsawan.
Yohanes biasa hidup mewah. Namun demikian, ia seorang anak yang saleh
pula. Ia sangat mengasihi Yesus dan Gereja-Nya. Ia sedang belajar untuk
menjadi seorang imam ketika kedua orangtuanya meninggal dunia. Ia harus
meninggalkan seminari dan pulang ke rumah untuk mengasuh adik-adiknya.
Sementara ia mengajar serta mendidik mereka, ia sendiri tetap terus
belajar. Adik-adiknya tumbuh menjadi pemuda-pemuda yang baik. Ketika
pendidikan mereka sudah selesai, Yohanes Baptista ditahbiskan sebagai
imam.
St.
Vincentius Ferrer adalah seorang pahlawan Kristen yang amat
mengagumkan. Ia dilahirkan di Valencia, Spanyol pada tahun 1350. Ia
berdevosi secara khusus kepada Santa Perawan Maria. Apabila orang
berbicara tentang Bunda Maria, ia merasa sangat bahagia. Ketika berusia
tujuh belas tahun, Vincentius masuk Ordo Santo Dominikus. Ia seorang
yang sangat pandai dan berhasil baik dalam studinya. Vincentius juga
seorang yang tampan, tetapi ia tidak pernah sombong ataupun tinggi hati
atas semua kelebihan yang dimilikinya.
St.
Isidorus dilahirkan pada tahun 556. Dua orang kakaknya, Leander dan
Fulgentius, adalah uskup dan santo juga. Saudari mereka, Florentina,
seorang biarawati dan santa juga. Keluarga Isidorus kemungkinan berasal
dari Romawi. Kelak Isidorus ditahbiskan sebagai uskup kota Seville,
Spanyol. Dari sanalah ia memberikan pengaruh besar terhadap Gereja pada
jamannya. Isidorus menjadi Uskup Seville selama tiga puluh tujuh tahun.
Selama masa itu, ia melanjutkan karya uskup sebelumnya, yaitu St.
Leander, kakaknya. Kedua kakak-beradik ini mempertobatkan penganut
bidaah Visigoth dan membawa mereka ke pangkuan Gereja Katolik.
St.
Richard dilahirkan di Inggris pada tahun 1197. Ia dan saudaranya
menjadi yatim piatu sejak Richard masih kecil. Saudaranya memiliki
beberapa tanah pertanian. Richard berhenti sekolah agar dapat membantu
kakaknya menyelamatkan sawahnya dari kehancuran. Richard bekerja
demikian giat hingga kakaknya yang penuh rasa terima kasih hendak
memberikan tanah pertanian itu kepadanya. Tetapi, Richard tidak mau
menerimanya. Ia juga memilih untuk tidak menikah, sebab ia ingin pergi
belajar di perguruan tinggi untuk memperoleh pendidikan yang baik. Ia
tahu bahwa karena uangnya hanya sedikit, ia akan harus bekerja keras
untuk membiayai hidup dan sekolahnya.
St.
Fransiskus dilahirkan di sebuah dusun kecil di Paola, Italia sekitar
tahun 1416. Orangtuanya miskin, tetapi bersahaja dan kudus. Mereka mohon
bantuan doa
St.
Hugo dilahirkan pada tahun 1052 di Perancis. Ia tumbuh menjadi seorang
pemuda yang tinggi dan tampan, lemah lembut serta penuh sopan santun.
Meskipun ia senantiasa mendambakan untuk hidup bagi Tuhan sebagai
seorang rahib, ia diberi kedudukan penting yang lain. Ia ditahbiskan
sebagai imam dan kemudian sebagai uskup.
Pada
tahun 1240, beberapa biarawan Karmelit dari Palestina mendirikan sebuah
biara di Toulouse, Perancis. Imam Karmelit yang termasyhur, St. Simon
Stock, singgah di Toulouse duapuluh lima tahun kemudian. Seorang wanita
saleh mohon bertemu dengannya. Wanita tersebut memperkenalkan diri hanya
sebagai Joan. Dengan sungguh-sungguh ia bertanya kepada imam, “Bolehkah
saya bergabung dengan Ordo Karmelit sebagai awam?” St. Simon Stock
adalah pemimpin ordo. Ia mempunyai wewenang untuk mengabulkan permohonan
Joan. Ia mengatakan “ya”. Joan menjadi anggota ordo ketiga (awam) yang
pertama. Ia menerima jubah Ordo Karmelit. Di hadapan St. Simon Stock,
Joan mengucapkan prasetia kemurnian kekal.
St. Yohanes dilahirkan di Palestina pada abad ketujuh. Kemungkinan besar ia adalah murid dari
St.
Ludger dilahirkan di Eropa utara pada abad kedelapan. Setelah belajar
dengan tekun selama beberapa tahun, ia ditahbiskan sebagai imam. Ludger
melakukan perjalanan hingga jauh untuk mewartakan Kabar Gembira. Ia amat
gembira dapat membagikan apa yang telah ia ketahui tentang Tuhan kepada
siapa saja yang mendengarkannya. Orang-orang kafir bertobat dan umat
Kristiani memulai cara hidup yang jauh lebih baik. St. Ludger mendirikan
banyak gereja serta biara.
Beato
Didakus Yoseph dilahirkan pada tanggal 29 Maret tahun 1743 di Cadiz,
Spanyol. Ia dibaptis dengan nama Yoseph Fransiskus. Kedua orangtuanya
taat beragama serta saleh. Mereka amat senang apabila putera kecil
mereka membangun sebuah altar serta menghiasinya. Yoseph kecil akan
berlutut dan berdoa kepada Yesus, Bunda Maria dan St. Yosef.
Turibius
dilahirkan pada tahun 1538 di Leon, Spanyol. Ia menjadi seorang
professor di sebuah universitas dan kemudian menjadi seorang hakim yang
terkenal. Ia adalah seorang Kristiani yang baik, terkenal sebagai
seorang yang jujur dan bijak. Suatu hal luar biasa yang terjadi atasnya
mengubah seluruh hidupnya. Turibius diminta untuk menjadi Uskup Agung
Lima, Peru. Pertama-tama, ia bukanlah seorang imam. Kedua, Peru terletak
jauh di Amerika Selatan. Ini terjadi karena Lima membutuhkan seorang
uskup agung. Banyak orang dalam Gereja yakin bahwa Turibius memiliki
kualitas untuk posisi terpercaya macam itu. Turibius memohon dengan
sangat agar dibebaskan dari kehormatan tersebut. Tetapi, ketika ia
menyadari kondisi penduduk pribumi Peru yang amat mengenaskan, ia tak
dapat menolak. Ia ingin menolong mereka dan membawa mereka kepada iman.
Akhirnya, St Turibius ditahbiskan dan berangkat ke Peru.
St.
Cuthbert hidup di Inggris pada abad ketujuh. Ia seorang bocah
penggembala miskin yang sangat suka bermain bersama teman-temannya. Ia
seorang yang ulung dalam bermain. Salah seorang temannya mencacinya oleh
sebab ia terlalu amat suka bermain. Sesungguhnya, teman bermainnya itu
mengucapkan kata-kata yang tampaknya bukan berasal dari dirinya sendiri.
Katanya, “Cuthbert, bagaimana mungkin engkau menghabiskan waktumu
dengan bermain-main saja, padahal engkau telah dipilih untuk menjadi
seorang imam dan seorang uskup?” Cuthbert amat terperanjat, dan juga
amat terkesan. Ia bertanya-tanya apakah sungguh kelak ia akan menjadi
seorang imam dan seorang uskup.
St.
Yosef adalah seorang santo besar. Ia adalah bapa asuh Yesus dan suami
Santa Perawan Maria. Yosef memperoleh hak istimewa untuk merawat Putra
Allah sendiri, Yesus, serta BundaNya, Maria. Yosef seorang yang miskin
sepanjang hidupnya. Ia harus bekerja keras dalam bengkel tukang kayunya,
tetapi ia tidak berkeberatan. Ia bahagia dapat bekerja bagi keluarga
kecilnya. Ia amat mengasihi Yesus dan Maria.
Sirilus
dilahirkan sekitar tahun 315 pada saat dimulainya suatu masa baru bagi
umat Kristiani. Sebelum masa itu, Gereja mengalami penganiayaan hebat
oleh para kaisar. Ribuan umat Kristiani wafat sebagai martir. Pada tahun
315, Kaisar Konstantin mengakui agama Kristen sebagai agama resmi. Hal
tersebut memang mengagumkan, tetapi bukanlah akhir dari segala masalah.
Sesungguhnya, tahun-tahun setelah Dekrit 315 itu, umat Kristiani
menghadapi suatu kesulitan baru. Terjadi kebimbangan tentang apa yang
dipercayai serta tidak dipercayai umat Kristiani. Muncul berbagai aliran
ajaran sesat yang disebut “bidaah”. Banyak imam serta uskup menjadi
pembela ajaran-ajaran Gereja yang gagah berani. Salah seorang di antara
mereka adalah Uskup Sirilus dari Yerusalem.
St.
Patrick dilahirkan pada abad ke lima di Inggris. Orangtuanya adalah
orang Romawi. Ketika Patrick berusia enambelas tahun, ia diculik oleh
para bajak laut dan dibawa ke Irlandia. Di sana, ia dijual sebagai budak
belian. Majikannya menyuruh Patrick untuk menjaga kawanan ternaknya di
pegunungan. Patrick hanya mendapatkan sedikit makanan dan pakaian. Namun
demikian, ia memelihara kawanan ternaknya itu dengan baik, dalam hujan,
badai maupun salju. Patrick merasa amat kesepian seorang diri di
pegunungan, seringkali ia datang untuk berbicara kepada Yesus dan Bunda
Maria dalam doa. Hidup terasa berat dan tidak adil baginya. Semakin lama
semakin bertambah kuatlah kepercayaan Patrick kepada Tuhan.
Zakharia
adalah seorang biarawan Benediktin dari Yunani yang hidup pada abad
kedelapan. Ia diangkat menjadi kardinal dan kemudian paus. Pada waktu
itu, terjadi peperangan di seluruh negeri Italia. Paus St Zakharia
mengusahakan perdamaian dan menyelamatkan rakyat dari perang yang
mengerikan. Terkadang, ia menanggung resiko kehilangan nyawa dalam
melakukannya.
St.
Matilda dilahirkan sekitar tahun 895, sebagai putri dari seorang
bangsawan Jerman. Ketika masih muda usianya, orangtuanya telah mengatur
pernikahan baginya dengan seorang bangsawan bernama Henry. Segera
setelah mereka menikah, Henry menjadi raja Jerman. Sebagai ratu, Matilda
hidup sederhana dengan meluangkan banyak waktu untuk berdoa. Setiap
orang yang melihatnya akan melihat bagaimana lemah lembut serta baik
hatinya ia. Ia berperan lebih sebagai ibu daripada sebagai ratu. Ratu
suka mengunjungi serta menghibur mereka yang sakit. Ia menolong
orang-orang di penjara. Matilda tidak mau memanjakan dirinya oleh karena
kedudukannya, melainkan ia berusaha untuk memberikan pertolongan kepada
mereka yang membutuhkan. Raja Henry menyadari bahwa isterinya adalah
seorang yang luar biasa. Berulangkali dikatakan raja kepada isterinya
bahwa ia menjadi orang yang lebih baik serta menjadi raja yang lebih
baik oleh karena Matilda adalah isterinya. Walaupun perkawinan mereka
direncanakan oleh orangtua mereka, namun Henry dan Matilda saling
mengasihi satu sama lain.
St.
Eufrasia dilahirkan pada abad kelima dalam keluarga Kristiani yang amat
saleh. Ayahnya, seorang kerabat kaisar, meninggal dunia ketika ia baru
berusia satu tahun. Kaisar menjadi wali bagi dia dan ibunya. Ketika
Eufrasia berusia tujuh tahun, ibunya membawanya ke Mesir. Di sana mereka
tinggal di sebuah rumah yang besar dekat sebuah biara wanita. Eufrasia
terpesona dengan cara hidup para biarawati. Ia memohon kepada ibunya
agar diijinkan melayani Tuhan dalam biara di mana para biarawati kudus
itu tinggal. Ia masih seorang gadis kecil, tetapi ia tidak mau mengubah
atau pun melupakan niatnya itu. Tak lama kemudian, ibunya membawa
Eufrasia ke biara serta mempercayakan pemeliharaannya kepada pemimpin
biara.
Fina
dilahirkan di sebuah kota kecil di Italia bernama San Geminiano. Pada
mulanya, orangtuanya termasuk golongan berada, tetapi kemudian mereka
jatuh miskin. Seraphina, atau Fina, begitu ia biasa dipanggil, adalah
puteri mereka. Fina seorang gadis manis yang lincah. Ia seorang yang
murah hati. Setiap hari Fina menyisihkan sebagian makanannya untuk
diberikan kepada seseorang di kotanya yang lebih miskin darinya. Siang
hari ia menjahit serta memintal untuk membantu keluarganya membayar
hutang-hutang mereka. Malam hari, ia biasa mempergunakan waktunya untuk
berdoa lama kepada Yesus dan Maria.
St.
Eulogius hidup pada abad kesembilan. Keluarganya terpandang dan ia
mendapatkan pendidikan yang baik. Sementara ia belajar dari bahan-bahan
pelajarannya, ia belajar juga dari teladan baik para gurunya. Eulogius
suka sekali membaca dan mendalami Kitab Suci. Hal ini membantunya
mencintai Sabda Tuhan. Ia rindu mewartakan Sabda Tuhan kepada semua
orang. Ketika dewasa, ia menjadi seorang imam dan pemimpin suatu sekolah
yang terkenal.
St
Simplisius dipilih menjadi paus pada tahun 468. Terkadang, tampak
baginya, ia sama sekali sendirian dalam upaya meluruskan kejahatan yang
merajalela. Para penakluk telah mengambil alih wilayah yang luas. Bahkan
Roma sendiri telah diduduki oleh penyerang. Penduduk kelaparan dan
miskin. Mereka telah dibebani pajak yang berat dan dirampok oleh para
pejabat Romawi sebelumnya. Kemiskinan berkuasa di jalan-jalan dan
menghalau segala sukacita. Para penakluk yang baru setidak-tidaknya
tidak membebani mereka dengan pajak. Paus Simplisius mengusahakan segala
daya upaya guna mengangkat taraf hidup masyarakat dan berkarya demi
kebaikan mereka. Ia senantiasa ada di sana bagi mereka, tak peduli
betapa kecil upaya yang dirasa dilakukannya. Dan sebab ia seorang yang
kudus, ia tak pernah menyerah. Lebih dari sekedar perkataan, ia mengajar
melalui teladan hidupnya yang kudus.
St
Fransiska dilahirkan pada tahun 1384. Orangtuanya, Paul Bussa dan
Jacobella de' Roffredeschi, adalah bangsawan yang kaya raya, tetapi
mereka mengajarkan pada Fransiska untuk menaruh perhatian pada sesama
dan mengamalkan hidup Kristiani yang saleh. Ia adalah seorang gadis
kecil yang cerdas. Ketika usianya sebelas tahun, Fransiska
memberitahukan kepada orangtuanya bahwa ia telah memutuskan untuk
menjadi seorang biarawati. Namun, kedua orangtuanya malahan mendorong
Fransiska untuk memikirkan hidup perkawinan. Seperti kebiasaan pada masa
itu, mereka memilih seorang pemuda yang baik untuk menjadi suami
Fransiska. Pemuda itu baru tigabelas tahun usianya.
St. Yohanes dilahirkan di Portugal pada tanggal 8 Maret 1495. Orangtuanya miskin, tetapi mereka adalah orang Kristen yang taat.
Perpetua
dan Felisitas hidup di Kartago, Afrika Utara, pada abad ketiga. Pada
masa itu terjadi penganiayaan yang hebat atas orang-orang Kristen oleh
Kaisar Septimus Severus.