Stephen
adalah seorang pemuda Inggris yang hidup pada abad keduabelas. Ia
adalah seorang murid cemerlang yang suka belajar. Stephen teristimewa
menaruh minat pada sastra. Ia bersungguh-sungguh mengenai hidup dan
bedoa setiap hari. Suatu ketika Stephen dan temannya berjalan kaki
berziarah ke Roma. Sekembalinya, Stephen bergabung dengan kelompok
biarawan yang amat miskin dan kudus. Para biarawan ini berdoa, berpuasa
dan bekerja keras. Demikianlah cara mereka mengungkapkan kasih mereka
kepada Tuhan. Stephen memperhatikan bagaimana bahagianya mereka. Abbas
mereka adalah seorang santo, yakni St Robertus.Sejenak lamanya, Stephen melayani Tuhan dengan penuh sukacita bersama mereka. Namun, sedikit demi sedikit para biarawan tak lagi hendak hidup keras seperti itu.



Orang
kudus dari Perancis yang dilahirkan pada tahun 1748 ini menempuh jalan
hidup yang aneh. Ia adalah putera seorang pemilik toko dan memperoleh
pendidikan dari pamannya, seorang imam. Ketika imam yang baik itu
meninggal dunia, Benediktus berusaha masuk biara. Tetapi, ia ditolak
karena masih terlalu muda. Benediktus kemudian mencoba masuk biara
lainnya. Ia menyukai kehidupan doa dan mati raga. Namun, ketika ia masuk
biara, Benediktus menjadi kurus dan lemah. Maka, dinasehatkan kepadanya
agar ia pulang ke rumah dan hidup sebagai seorang Kristen yang baik.
Benediktus pulang dan perlahan-lahan kesehatannya pulih kembali. Ia
berdoa mohon bantuan Tuhan. Kemudian Benediktus merasa bahwa Tuhan telah
menjawab doanya. Ia akan menjadi seorang peziarah, seorang yang
mengadakan perjalanan suci dengan berdoa dan bermati raga. Sebagai
peziarah, Benediktus akan mengunjungi tempat-tempat suci yang termashyur
di Eropa.
Lidwina
artinya “penderitaan.” Lidwina seorang gadis Belanda. Ia dilahirkan
pada tahun 1380 dan wafat pada tahun 1433. Ketika umurnya lima belas
tahun, Lidwina mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan. Mungkin saja
ia akan menjadi seorang biarawati kelak. Tetapi, suatu siang, terjadi
peristiwa yang akan mengubah seluruh hidupnya.
St
Martin adalah seorang imam Roma yang memiliki reputasi sebagai seorang
yang berpendidikan dan kudus. Ia menjadi paus pada bulan Juli 649.
Ketika orang memperdebatkan kebenaran-kebenaran mengenai Yesus, Paus
Martin mengadakan pertemuan para uskup. Pertemuan ini disebut Konsili
Lateran. Dalam konsili diterangkan secara jelas apa yang kita yakini
mengenai kebenaran-kebenaran iman. Namun demikian, sebagian umat
Kristiani tidak puas mengenainya. Paus Martin tahu bahwa
penjelasan-penjelasan konsili benar adanya. Adalah tugasnya sebagai
seorang paus untuk mengajarkan kebenaran kepada umat.
Kematian
saudara laki-lakinya meninggalkan kesan mendalam dalam diri Yoseph. Ia
bertanya pada Yesus dalam Ekaristi dan juga pada Bunda Maria mengapa itu
harus terjadi. Penderitaan haruslah membawa hikmah. Yoseph segera
menyadari akan pentingnya tenaga ahli dalam bidang kesehatan. Dan yang
terpenting, ia menyadari bahwa dalam kehidupan ini kita berziarah menuju
kehidupan kekal. Tergantung pada kita apakah kita mau menolong serta
melayani orang lain selama kita dalam perjalanan. Yoseph bertanya-tanya
dan berdoa apakah yang harus ia lakukan dalam hidupnya. Ia memutuskan
bahwa ia ingin menolong orang lain dengan membantu menyembuhkan penyakit
yang mereka derita. Yoseph ingin menjadi seorang dokter.
St.
Stanislaus dilahirkan dekat Cracow, Polandia pada tahun 1030. Kedua
orangtuanya telah berdoa tiga puluh tahun lamanya agar dikarunia seorang
anak. Ketika Stanislaus lahir, mereka mempersembahkannya kepada Tuhan
oleh sebab mereka amat bersyukur. Ketika dewasa, Stanislaus belajar di
Paris, Perancis. Sesudah orangtuanya meninggal dunia, ia memberikan
semua harta milik yang diwariskan orangtuanya kepada fakir miskin.
Kemudian ia menjadi seorang imam.
Antonius
dilahirkan di Italia utara pada abad kelimabelas. Ia menggabungkan diri
dalam Ordo Dominikan di Florence, Italia. Pemimpin biara pada masa itu
adalah seorang santo, yakni
St.
Yohanes Baptista de la Salle dilahirkan di Rheims, Perancis pada
tanggal 30 April 1651. Orangtuanya berasal dari kalangan bangsawan.
Yohanes biasa hidup mewah. Namun demikian, ia seorang anak yang saleh
pula. Ia sangat mengasihi Yesus dan Gereja-Nya. Ia sedang belajar untuk
menjadi seorang imam ketika kedua orangtuanya meninggal dunia. Ia harus
meninggalkan seminari dan pulang ke rumah untuk mengasuh adik-adiknya.
Sementara ia mengajar serta mendidik mereka, ia sendiri tetap terus
belajar. Adik-adiknya tumbuh menjadi pemuda-pemuda yang baik. Ketika
pendidikan mereka sudah selesai, Yohanes Baptista ditahbiskan sebagai
imam.
St.
Vincentius Ferrer adalah seorang pahlawan Kristen yang amat
mengagumkan. Ia dilahirkan di Valencia, Spanyol pada tahun 1350. Ia
berdevosi secara khusus kepada Santa Perawan Maria. Apabila orang
berbicara tentang Bunda Maria, ia merasa sangat bahagia. Ketika berusia
tujuh belas tahun, Vincentius masuk Ordo Santo Dominikus. Ia seorang
yang sangat pandai dan berhasil baik dalam studinya. Vincentius juga
seorang yang tampan, tetapi ia tidak pernah sombong ataupun tinggi hati
atas semua kelebihan yang dimilikinya.
St.
Isidorus dilahirkan pada tahun 556. Dua orang kakaknya, Leander dan
Fulgentius, adalah uskup dan santo juga. Saudari mereka, Florentina,
seorang biarawati dan santa juga. Keluarga Isidorus kemungkinan berasal
dari Romawi. Kelak Isidorus ditahbiskan sebagai uskup kota Seville,
Spanyol. Dari sanalah ia memberikan pengaruh besar terhadap Gereja pada
jamannya. Isidorus menjadi Uskup Seville selama tiga puluh tujuh tahun.
Selama masa itu, ia melanjutkan karya uskup sebelumnya, yaitu St.
Leander, kakaknya. Kedua kakak-beradik ini mempertobatkan penganut
bidaah Visigoth dan membawa mereka ke pangkuan Gereja Katolik.
St.
Richard dilahirkan di Inggris pada tahun 1197. Ia dan saudaranya
menjadi yatim piatu sejak Richard masih kecil. Saudaranya memiliki
beberapa tanah pertanian. Richard berhenti sekolah agar dapat membantu
kakaknya menyelamatkan sawahnya dari kehancuran. Richard bekerja
demikian giat hingga kakaknya yang penuh rasa terima kasih hendak
memberikan tanah pertanian itu kepadanya. Tetapi, Richard tidak mau
menerimanya. Ia juga memilih untuk tidak menikah, sebab ia ingin pergi
belajar di perguruan tinggi untuk memperoleh pendidikan yang baik. Ia
tahu bahwa karena uangnya hanya sedikit, ia akan harus bekerja keras
untuk membiayai hidup dan sekolahnya.
St.
Fransiskus dilahirkan di sebuah dusun kecil di Paola, Italia sekitar
tahun 1416. Orangtuanya miskin, tetapi bersahaja dan kudus. Mereka mohon
bantuan doa
St.
Hugo dilahirkan pada tahun 1052 di Perancis. Ia tumbuh menjadi seorang
pemuda yang tinggi dan tampan, lemah lembut serta penuh sopan santun.
Meskipun ia senantiasa mendambakan untuk hidup bagi Tuhan sebagai
seorang rahib, ia diberi kedudukan penting yang lain. Ia ditahbiskan
sebagai imam dan kemudian sebagai uskup.