Subscribe:

Ads 468x60px

Sunday, March 17, 2013

31 Maret : Beata Joan dari Toulouse

B. Joan dari ToulousePada tahun 1240, beberapa biarawan Karmelit dari Palestina mendirikan sebuah biara di Toulouse, Perancis. Imam Karmelit yang termasyhur, St. Simon Stock, singgah di Toulouse duapuluh lima tahun kemudian. Seorang wanita saleh mohon bertemu dengannya. Wanita tersebut memperkenalkan diri hanya sebagai Joan. Dengan sungguh-sungguh ia bertanya kepada imam, “Bolehkah saya bergabung dengan Ordo Karmelit sebagai awam?” St. Simon Stock adalah pemimpin ordo. Ia mempunyai wewenang untuk mengabulkan permohonan Joan. Ia mengatakan “ya”. Joan menjadi anggota ordo ketiga (awam) yang pertama. Ia menerima jubah Ordo Karmelit. Di hadapan St. Simon Stock, Joan mengucapkan prasetia kemurnian kekal.

Joan melanjutkan kehidupannya yang tenang serta bersahaja di rumahnya sendiri. Ia

30 Maret : St. Yohanes Klimaks

Tangga KesempurnaanSt. Yohanes dilahirkan di Palestina pada abad ketujuh. Kemungkinan besar ia adalah murid dari St. Gregorius dari Nazianze. St. Yohanes mempunyai masa depan gemilang untuk menjadi seorang guru termashyur, namun demikian ia memutuskan untuk melayani Tuhan dengan segenap hatinya. Ia masuk biara di Gunung Sinai ketika usianya enambelas tahun. Kemudian, ia pergi untuk hidup seorang diri saja selama empatpuluh tahun. Ia mempergunakan seluruh waktunya untuk berdoa dan membaca riwayat para kudus.

Pada mulanya, St. Yohanes dicobai oleh iblis. Ia merasakan segala jenis nafsu jahat yang menggodanya untuk jatuh dalam dosa. Tetapi, Yohanes mengandalkan Yesus dan berdoa lebih khusuk dari sebelumnya. Sehingga, godaan-godaan itu tidak

29 Maret : St. Jonas dan Barachisius

Raja Sapor dari Persia berkuasa pada abad keempat. Ia membenci umat Kristiani dan menganiaya mereka dengan keji. Ia menghancurkan gereja-gereja dan biara-biara. Dua orang bersaudara bernama Jonas dan Barachisius mendengar kabar mengenai penganiayaan ini dan bahwa banyak umat Kristiani dijatuhi hukuman mati.

Keduanya memutuskan untuk pergi menolong dan menyemangati mereka untuk tetap setia pada Kristus. Jonas dan Barachisius sadar benar bahwa mereka, juga, dapat tertangkap. Namun hal itu tak menghalangi mereka. Hati mereka terlalu dipenuhi kasih bagi sesama sehingga nyaris tak ada ruang untuk memikirkan diri sendiri.

28 Maret : St. Tutilo

Tutilo hidup di akhir abad kesembilan dan awal abad kesepuluh. Ia mendapatkan pendidikan di Biara Benediktine Saint-Gall. Dua teman sekelasnya telah digeari “beato”. Ketiga orang ini menjadi biarawan di biara di mana mereka mengenyam pendidikan.

St Tutilo adalah seorang dengan banyak bakat. Ia seorang penyair, pelukis potret, pematung, orator dan arsitek. Ia juga seorang ahli mesin. Bakatnya yang terutama adalah musik. Ia dapat memainkan semua alat musik yang dipergunakan para

27 Maret : St. Yohanes dari Mesir

St. Yohanes dari Mesir adalah seorang yang merindukan untuk hidup sendiri bersama Tuhan saja, yang kelak menjadi salah seorang dari para pertapa terkenal di masanya. St. Yohanes dari Mesir dilahirkan sekitar tahun 304. Tidak banyak yang diketahui tentang masa mudanya, kecuali bahwa ia belajar ketrampilan seorang tukang kayu. Ketika usianya duapuluh lima tahun, Yohanes memutuskan untuk meninggalkan segala urusan duniawi dan mempergunakan seluruh hidupnya untuk berdoa serta bermatiraga demi Tuhan. Ia kemudian menjadi salah seorang dari para pertapa padang gurun yang terkenal pada masa itu.

26 Maret : St. Ludger

St. LudgerSt. Ludger dilahirkan di Eropa utara pada abad kedelapan. Setelah belajar dengan tekun selama beberapa tahun, ia ditahbiskan sebagai imam. Ludger melakukan perjalanan hingga jauh untuk mewartakan Kabar Gembira. Ia amat gembira dapat membagikan apa yang telah ia ketahui tentang Tuhan kepada siapa saja yang mendengarkannya. Orang-orang kafir bertobat dan umat Kristiani memulai cara hidup yang jauh lebih baik. St. Ludger mendirikan banyak gereja serta biara.

Kemudian sekonyong-konyong bangsa barbar yang disebut Saxon menyerang negerinya serta menghalau semua imam. Tampaknya segala kerja keras St. Ludger akan menjadi sia-sia. Tetapi, ia pantang menyerah. Pertama-tama St. Ludger mencari tempat yang aman bagi para muridnya. Kemudian ia pergi ke Roma untuk memohon petunjuk dari Bapa Suci mengenai apa yang harus ia lakukan.

24 Maret : Beato Didakus Yoseph

Beato Didakus YosephBeato Didakus Yoseph dilahirkan pada tanggal 29 Maret tahun 1743 di Cadiz, Spanyol. Ia dibaptis dengan nama Yoseph Fransiskus. Kedua orangtuanya taat beragama serta saleh. Mereka amat senang apabila putera kecil mereka membangun sebuah altar serta menghiasinya. Yoseph kecil akan berlutut dan berdoa kepada Yesus, Bunda Maria dan St. Yosef.

Ketika Yoseph sudah cukup besar, ia belajar menjadi pelayan altar di gereja Fransiskan Kapusin dekat rumahnya. Yoseph belajar mencintai Misa. Ia biasa bangun pagi-pagi benar agar dapat tiba di gereja setiap pagi menunggu pintu-pintu gereja dibuka. Tak pernah sekali pun ia absen. Salah seorang dari para imam atau broeder Kapusin memberinya sebuah buku tentang kisah hidup para santo Kapusin. Yoseph

Friday, March 15, 2013

23 Maret : St. Turibius dari Mongrovejo

Turibius dilahirkan pada tahun 1538 di Leon, Spanyol. Ia menjadi seorang professor di sebuah universitas dan kemudian menjadi seorang hakim yang terkenal. Ia adalah seorang Kristiani yang baik, terkenal sebagai seorang yang jujur dan bijak. Suatu hal luar biasa yang terjadi atasnya mengubah seluruh hidupnya. Turibius diminta untuk menjadi Uskup Agung Lima, Peru. Pertama-tama, ia bukanlah seorang imam. Kedua, Peru terletak jauh di Amerika Selatan. Ini terjadi karena Lima membutuhkan seorang uskup agung. Banyak orang dalam Gereja yakin bahwa Turibius memiliki kualitas untuk posisi terpercaya macam itu. Turibius memohon dengan sangat agar dibebaskan dari kehormatan tersebut. Tetapi, ketika ia menyadari kondisi penduduk pribumi Peru yang amat mengenaskan, ia tak dapat menolak. Ia ingin menolong mereka dan membawa mereka kepada iman. Akhirnya, St Turibius ditahbiskan dan berangkat ke Peru.

22 Maret : St. Deogratias

Kota Kartago di Afrika ditaklukkan oleh pasukan barbar pada tahun 439. Penakluk mereka adalah kaum Vandal. Kaum Vandal menangkap uskup dan para imam serta menempatkan mereka dalam sebuah rakit tua yang besar, lalu menghanyutkannya ke lautan. Sungguh ajaib, mereka berhasil tiba di pelabuhan Naples dan diselamatkan. Tetapi, kota yang mereka tinggalkan tidak lagi memiliki seorang uskup selama empatbelas tahun lamanya. Kaisar Valentinian di Roma meminta kepada Genseric, pemimpin kaum Vandal, untuk mengijinkan seorang uskup lain ditahbiskan bagi Kartago. Genseric setuju dan seorang imam muda dari kota itu dipilih. Imam tersebut disegani oleh para penakluk serta dicintai oleh umat Kristiani. Namanya dalam bahasa Latin adalah “Deogratias,” yang berarti “syukur kepada Allah.” Uskup Deogratias berkarya demi iman serta kesejahteraan seluruh penduduk Kartago.

21 Maret : St. Serapion

Serapion hidup di Mesir pada abad keempat. Jaman itu adalah masa-masa cemerlang bagi Gereja dan bagi St Serapion. Sebagai pemuda, ia mengenyam pendidikan yang baik dalam teologi Kristen dan pelajaran sekuler. Beberapa waktu lamanya ia memimpin sebuah sekolah Kristen terkenal di Alexandria yang mengajarkan iman. Kemudian Serapion pegi ke padang gurun dan menjadi seorang biarawan. Ia bertemu dengan seorang pertapa terkenal, St Antonius dari Mesir. Serapion berjuang keras untuk belajar darinya dan meneladaninya. Ketika meninggal, Antonius mewariskan bagi Serapion salah satu jubahnya, yang disimpan baik oleh Serapion sepanjang hidupnya.

20 Maret : St. Cuthbert

St. Cuthbert hidup di Inggris pada abad ketujuh. Ia seorang bocah penggembala miskin  yang sangat suka bermain bersama teman-temannya. Ia seorang yang ulung dalam bermain. Salah seorang temannya mencacinya oleh sebab ia terlalu amat suka bermain. Sesungguhnya, teman bermainnya itu mengucapkan kata-kata yang tampaknya bukan berasal dari dirinya sendiri. Katanya, “Cuthbert, bagaimana mungkin engkau menghabiskan waktumu dengan bermain-main saja, padahal engkau telah dipilih untuk menjadi seorang imam dan seorang uskup?” Cuthbert amat terperanjat, dan juga amat terkesan. Ia bertanya-tanya apakah sungguh kelak ia akan menjadi seorang imam dan seorang uskup.

Pada bulan Agustus tahun 651, Cuthbert yang saat itu berusia limabelas tahun memperoleh suatu pengalaman rohani. Ia melihat langit yang hitam pekat. Tiba-tiba,

19 Maret : St. Yosef

St. Yusuf dengan Kanak-Kanak Yesus St. Yosef adalah seorang santo besar. Ia adalah bapa asuh Yesus dan suami Santa Perawan Maria. Yosef memperoleh hak istimewa untuk merawat Putra Allah sendiri, Yesus, serta BundaNya, Maria. Yosef seorang yang miskin sepanjang hidupnya. Ia harus bekerja keras dalam bengkel tukang kayunya, tetapi ia tidak berkeberatan. Ia bahagia dapat bekerja bagi keluarga kecilnya. Ia amat mengasihi Yesus dan Maria.

Apa pun yang Tuhan ingin ia lakukan, St. Yosef segera melaksanakannya, tak peduli betapa sulit hal tersebut. Ia seorang yang rendah hati serta tulus hati, lemah lembut serta bijaksana. Yesus dan Maria mengasihinya serta taat kepadanya sebab Tuhan telah menjadikannya kepala rumah tangga mereka. Betapa bahagianya St. Yosef

18 Maret : St. Sirilus dari Yerusalem

St. Sirilus dari YerusalemSirilus dilahirkan sekitar tahun 315 pada saat dimulainya suatu masa baru bagi umat Kristiani. Sebelum masa itu, Gereja mengalami penganiayaan hebat oleh para kaisar. Ribuan umat Kristiani wafat sebagai martir. Pada tahun 315, Kaisar Konstantin mengakui agama Kristen sebagai agama resmi. Hal tersebut memang mengagumkan, tetapi bukanlah akhir dari segala masalah. Sesungguhnya, tahun-tahun setelah Dekrit 315 itu, umat Kristiani menghadapi suatu kesulitan baru. Terjadi kebimbangan tentang apa yang dipercayai serta tidak dipercayai umat Kristiani. Muncul berbagai aliran ajaran sesat yang disebut “bidaah”. Banyak imam serta uskup menjadi pembela ajaran-ajaran Gereja yang gagah berani. Salah seorang di antara mereka adalah Uskup Sirilus dari Yerusalem.

Thursday, March 14, 2013

17 Maret : St. Patrick

St. PatrickSt. Patrick dilahirkan pada abad ke lima di Inggris. Orangtuanya adalah orang Romawi. Ketika Patrick berusia enambelas tahun, ia diculik oleh para bajak laut dan dibawa ke Irlandia. Di sana, ia dijual sebagai budak belian. Majikannya menyuruh Patrick untuk menjaga kawanan ternaknya di pegunungan. Patrick hanya mendapatkan sedikit makanan dan pakaian. Namun demikian, ia memelihara kawanan ternaknya itu dengan baik, dalam hujan, badai maupun salju. Patrick merasa amat kesepian seorang diri di pegunungan, seringkali ia datang untuk berbicara kepada Yesus dan Bunda Maria dalam doa. Hidup terasa berat dan tidak adil baginya. Semakin lama semakin bertambah kuatlah kepercayaan Patrick kepada Tuhan.

16 Maret : Beato Torello

Torello dilahirkan pada tahun 1202 di Poppi, Italia. Hidupnya semasa kanak-kanak di desa biasa-biasa saja. Tetapi, setelah ayahnya meninggal dunia, Torello mulai mengubah seluruh cara hidupnya. Ia bergaul dengan teman-teman yang suka mabuk. Mereka bukannya bekerja, malahan berkeliaran di kota sepanjang hari. Torello menyukai teman-teman barunya ini dan berusaha keras mendapatkan pengakuan mereka.

Suatu hari, ketika ia sedang bermain olahraga di tempat terbuka, seekor ayam jago terbang turun dari tempatnya bertengger dan mendarat di lengan Torello. Si jago lalu