Subscribe:

Ads 468x60px

Saturday, March 9, 2013

5 Maret : St. Yohanes Yosef dari Salib

St. Yohanes Yosef dari SalibSt. Yohanes Yosef dari Salib dilahirkan di Italia selatan pada tahun 1654, pada Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke Surga. Ia seorang pemuda bangsawan, tetapi berpakaian seperti layaknya seorang miskin. Ia melakukan hal tersebut sebab ia ingin menjadi miskin sama seperti Yesus.

Pada usia enambelas tahun, Yohanes Yosef bergabung dengan Ordo Fransiskan. Ia sungguh rindu untuk hidup penuh pengorbanan seperti Yesus. Oleh karenanya, dengan senang hati ia melakukan banyak mati raga. Ia tidur hanya tiga jam saja setiap malam dan menyantap makanan yang sangat sederhana.

Saturday, March 2, 2013

4 Maret : St. Kasimirus

St. KasimirusSt. Kasimirus dilahirkan pada tahun 1458, sebagai putera Kasimirus IV, raja Polandia. Kasimirus adalah seorang dari tigabelas bersaudara. Dengan bantuan ibunya yang saleh dan pengabdian gurunya, Kasimir memperoleh pendidikan yang sangat baik.

Ketika usianya tigabelas tahun, Kasimirus mendapat kesempatan untuk menjadi raja di negara tetangga, Hungaria, tetapi ia menolak. Ia menghabiskan sisa hidupnya dengan berusaha mengamalkan nilai-nilai Kristiani. Ia berusaha selalu penuh sukacita dan bersahabat dengan semua orang. Di tengah-tengah kesibukannya, Kasimirus melakukan usaha untuk membantu dirinya sendiri bertumbuh secara

3 Maret : Beata Katharina Drexel

B. Katharina DrexelBeata Katharina dilahirkan di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat pada tanggal 26 November 1858. Ibunya meninggal dunia ketika ia masih bayi. Ayahnya menikah dengan seorang wanita mengagumkan bernama Emma. Emma merawat anak kandungnya sendiri, Louise. Ia juga merawat dengan kasih sayang kedua gadis kecil anak-anak Bapak Drexel dari perkawinannya terdahulu. Gadis-gadis kecil itu adalah Elizabet dan Katharina. Mereka menikmati masa kecil yang indah. Meskipun keluarga mereka kaya, mereka diajar untuk mengasihi sesama. Mereka diajar untuk terutama memberikan perhatian kepada mereka yang miskin. Dengan cara demikian mereka dapat menyatakan cinta mereka kepada Tuhan.

2 Maret : Beato Charles yang Baik

B. Charles yang BaikPangeran Charles dari Flanders, dijuluki “yang Baik” oleh rakyat dalam kerajaannya. Mereka menyebutnya demikian karena mereka melihat memang demikianlah ia adanya. Charles adalah putera St. Canute, raja Denmark. Ia baru berusia lima tahun ketika ayahnya dibunuh pada tahun 1086. Ketika dewasa, Charles menikah dengan seorang wanita muda yang baik hati bernama Margareta. Charles seorang penguasa yang lembut serta adil. Rakyat percaya kepadanya dan kepada kebijaksanaannya. Charles berusaha untuk menjadi teladan dari apa yang diharapkannya dari rakyatnya.

1 Maret : St. Felix III (II)

Paus St Felix III (II) adalah leluhur dari Paus St Gregorius Agung (540-604). Gregorius menulis bahwa ketika bibinya, St Tharsilla, sedang menghadapi ajal, Paus Felix menampakkan diri kepada bibinya dan membimbingnya ke surga. Siapakah Paus St Felix ini? Dan peristiwa-peristiwa apakah yang terjadi dalam hidupnya yang menghantarnya ke kekudusan?

Meski tak banyak catatan tentangnya, tetapi kita tahu bahwa Felix adalah seorang Romawi. Ia seorang yang jujur dan gagah berani dalam menghadapi masa-masa sulit. Felix dinobatkan menjadi paus pada tahun 483. Gereja terpecah-belah atas kelompok-kelompok karena ajaran-ajaran sesat. Faktor-faktor politis mempersulit pelayanan paus. Tetapi, Felix berhasil membuktikan diri sebagai seorang yang gagah berani

Monday, February 25, 2013

28 Februari : St. Romanus dan St. Lupicinus

S. RomanusKedua santo Perancis ini adalah kakak-beradik yang hidup pada abad kelima. Sebagai seorang pemuda, Romanus dikagumi semua orang oleh karena kebaikan hatinya. Ia memiliki hasrat yang kuat untuk menjadi seorang kudus. Karena ia melihat bahwa di dunia amatlah mudah orang melupakan Tuhan, maka Romanus memutuskan untuk hidup sebagai seorang pertapa. Terlebih dahulu, ia meminta nasehat dari seorang rahib yang kudus dan kemudian berangkat. Ia membawa sebuah buku bersamanya, yaitu Hidup Para Bapa dari Padang Gurun tulisan Cassian. Ia juga membawa serta benih-benih tanaman dan beberapa peralatan. Dengan perlengkapan tersebut, Romanus masuk ke dalam hutan di pegunungan Jura antara Swiss dan Perancis. Ia menemukan sebuah pohon yang amat besar dan tinggal di bawahnya. Romanus melewatkan waktunya dengan berdoa dan membaca bukunya. Ia juga menanami serta merawat kebunnya, dengan tenang menikmati alam sekitarnya. Tak lama kemudian, adiknya - Lupicinus - bergabung dengannya. Romanus dan Lupicinus amat berbeda kepribadiannya. Romanus keras terhadap dirinya sendiri. Tetapi, ia lemah lembut dan penuh pengertian terhadap orang lain. Lupicinus keras serta kasar terhadap dirinya sendiri dan biasanya demikian juga ia menghadapi orang lain. Namun demikian, maksudnya baik. Kedua bersaudara itu saling mengerti satu sama lain dan hidup rukun bersama.

27 Februari : St. Gabriel dari Bunda Dukacita

St. Gabriel dari Bunda DukacitaSanto yang menarik ini dilahirkan di Asisi, Italia pada tahun 1838. Ia diberi nama Fransiskus pada saat dibaptis untuk menghormati St. Fransiskus dari Asisi. Ibunya meninggal dunia ketika Fransiskus baru berusia empat tahun. Ayahnya mendatangkan seorang pendidik untuk mengasuhnya dan saudara-saudaranya. Fransiskus tumbuh menjadi seorang pemuda yang amat tampan sekaligus menyenangkan. Seringkali ia menjadi orang yang paling menarik perhatian dalam suatu pesta. Fransiskus senang berpesta-pora, tetapi ia mempunyai sisi lain juga. Bahkan pada saat sedang bersenang-senang, ia kadang-kadang merasa bosan. Ia tidak dapat menjelaskan mengapa. Tampaknya, ia merasakan dalam hatinya ada suatu dorongan kuat kepada Tuhan dan kepada kehidupan rohani yang lebih mendalam.

26 Februari : St. Porphyrius

Porphyrius dilahirkan pada abad kelima dalam keluarga bangsawan yang kaya. Ia meninggalkan keluarganya ketika ia berusia duapuluh lima tahun. Porphyrius pergi ke Mesir untuk menggabungkan diri dalam sebuah biara. Setelah lima tahun, ia mengadakan perjalanan ke Yerusalem. Ia ingin mengunjungi tempat-tempat di mana Yesus pernah berada semasa hidup-Nya di dunia.

Porphyrius amat terkesan dengan Tanah Suci. Kasihnya kepada Yesus membuatnya semakin sadar akan penderitaan kaum miskin. Di rumahnya di Tesalonika, ia tak pernah tahu bagaimana rasanya menjadi miskin. Ia masih memiliki segala yang diwariskan orangtuanya kepadanya, tapi tidak untuk jangka waktu yang lama. Ia meminta temannya - Markus - untuk pergi ke Tesalonika dan menjual segala harta miliknya. Setelah tiga bulan, Markus kembali dengan uang. Porphyrius lalu membagi-bagikannya kepada mereka yang sungguh membutuhkannya.

25 Februari : St. Caesarius dari Nazianzen

Caesarius hidup pada abad keempat di wilayah yang sekarang disebut Turki. Ayahnya adalah Uskup Nazianzen. Pada waktu itu uskup dan imam boleh menikah. Saudara Caesarius adalah St Gregorius dari Nazianzen, sahabat karib St Basilius. Di samping seorang santo, Gregorius adalah seorang penulis penting dari Gereja awali. Buku-bukunya masih dibaca hingga sekarang.

Keduanya, Caesarius dan Gregorius, mengenyam pendidikan yang baik. Gregorius bercita-cita menjadi seorang imam; Caesarius bercita-cita menjadi seorang dokter. Keduanya pergi ke sekolah yang akan membantu mereka mencapai cita-cita.

24 Februari : St. Montanus, St Lucius, dkk

Kaisar Valerianus menganiaya umat Kristiani dengan bengis sepanjang masa Gereja awali. Ia meluluskan eksekusi St Siprianus pada bulan September 258. Pejabat Romawi yang menjatuhkan hukuman mati kepada St Siprianus tewas tak lama sesudahnya. Pejabat yang baru, Solon, nyaris menjadi kurban dari suatu pemberontakan yang menyangkut suatu persekongkolan untuk menghabisi nyawanya. Tampaknya Solon mencurigai persekongkolan ini sebagai bentuk balas dendam atas kematian St Siprianus. Ia menangkap delapan orang tak bersalah. Semuanya adalah orang-orang Kristen, sebagian besar adalah kaum klerikus, dan semuanya adalah pengikut setia St Siprianus.

23 Februari : St. Polikarpus

St. PolikarpusPolikarpus dilahirkan antara tahun 75 hingga 80. Ia menjadi seorang Kristen ketika pengikut Kristus masih sedikit jumlahnya. Sesungguhnya, Polikarpus adalah murid dari salah seorang rasul, yaitu St. Yohanes. Apa yang telah dipelajarinya dari St. Yohanes diajarkannya kepada yang lain. Polikarpus menjadi seorang imam dan kemudian Uskup Smyrna yang sekarang adalah Turki. Ia menjadi Uskup Smyrna untuk masa yang cukup lama. Jemaat Kristiani mengenalnya sebagai seorang gembala umat yang kudus serta pemberani.

Pada masa itu, umat Kristen mengalami penganiayaan serta pembantaian dalam masa pemerintahan Kaisar Markus Aurelius. Seseorang

21 Februari : St. Petrus Damianus

St. Petrus DamianusSt. Petrus Damianus dilahirkan pada tahun 1007 dan menjadi yatim piatu sejak masih kanak-kanak. Ia diasuh oleh seorang kakaknya yang menganiaya serta membiarkannya kelaparan. Seorang kakaknya yang lain, Damianus, mengetahui keadaannya yang sebenarnya. Ia membawa Petrus pulang ke rumahnya. Sejak saat itulah hidup Petrus berubah sepenuhnya. Ia diperlakukan dengan penuh cinta, kasih sayang serta perhatian. Begitu bersyukurnya Petrus hingga kelak ketika ia menjadi seorang religius, ia memilih nama Damianus sebagai ungkapan kasih sayang kepada kakaknya. Damianus mendidik Petrus serta memberinya semangat dalam belajar. Petrus kemudian mengajar di perguruan tinggi ketika usianya baru duapuluh tahunan. Ia menjadi seorang guru yang hebat. Tetapi Tuhan membimbingnya ke jalan yang tidak pernah terpikirkan olehnya.

Monday, February 18, 2013

20 Februari : St. Eucherius

St Eucherius dilahirkan di Orleans, Perancis, pada abad kedelapan. Ia diasuh dan dididik secara Kristiani. Satu kalimat dari surat pertama St Paulus kepada jemaat di Korintus menimbulkan kesan mendalam padanya: Dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu” (1 Korintus 7:31). Pernyataan ini membuat Eucherius sadar bahwa hidup kita di dunia ini amat singkat. Ia sadar bahwa surga dan neraka akan berlangsung selamanya. Ia bertekad untuk menemukan sukacita surgawi dengan hidup hanya bagi Tuhan saja.

Pada tahun 714, St Eucherius meninggalkan rumahnya yang mewah untuk masuk ke sebuah biara Benediktin. Di sana ia melewatkan tujuh tahun dalam persatuan yang erat dengan Tuhan. Setelah wafat pamannya, Uskup Orleans,

19 Februari : St. Barbatus

Barbatus dilahirkan di Benevento, Italia, pada tahun 612. Ia diasuh secara Kristiani dan merupakan seorang anak yang baik dan saleh. Ia memelihara iman secara serius dan teristimewa amat suka membaca Kitab Suci. Setelah cukup dewasa, ia ditahbiskan sebagai seorang imam. Kemudian ia dipercaya sebagai seorang pastor. Akan tetapi, hidupnya sebagai seorang pastor tidaklah mudah. St Barbatus mendorong umat untuk mengamalkan hidup yang lebih baik. Ia mengingatkan mereka untuk bertobat dan menyesali dosa-dosa mereka. Sebagian orang tidak suka diberitahu. Sebagian orang lainnya menjadi geram. Mereka menganiaya Barbatus dan pada akhirnya memaksanya pergi.

17 Februari : Ketujuh Saudara Suci Pendiri Ordo Servite (Tarekat Hamba-Hamba Santa Perawan Maria)

Ketujuh santo ini hidup pada abad ketigabelas. Mereka semua berasal dari Florence, Italia. Masing-masing dari mereka memiliki cinta mendalam kepada Bunda Maria, Bunda Allah. Mereka adalah anggota-anggota aktif suatu konfraternitas (= persaudaraan sejati) Santa Perawan Maria. Kisah bagaimana mereka menjadi pendiri Ordo Servite sungguh menakjubkan. Pada Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, sementara mereka bertujuh khusuk dalam doa, Bunda Maria menampakkan diri kepada mereka. Bunda Allah mengilhami mereka untuk meninggalkan dunia dan hidup hanya bagi Tuhan. Setelah beberapa tahun hidup sebagai pertapa, mereka menghadap uskup. Mereka mohon suatu peraturan hidup yang perlu mereka taati. Uskup mendorong mereka untuk