Subscribe:

Ads 468x60px

Wednesday, August 6, 2014

22 Mei : Santa Rita dari Cascia

St. Rita dari Cascia
Add caption

Rita dilahirkan pada tahun 1381 di sebuah dusun kecil di Italia. Kedua orangtuanya sudah tua. Telah lama mereka mohon pada Tuhan agar dikaruniai seorang anak.

21 Mei : Beato Eugene de Mazenod

Eugene dilahirkan di Perancis pada tahun 1782. Ia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1811. Pater Eugene seorang yang peka terhadap kebutuhan mereka yang miskin dan berkekurangan dan ia melayani mereka. Ia senantiasa antusias mencari cara-cara baru untuk menjangkau kaum muda. Ia rindu membawa mereka kepada kasih dan mengamalkan iman mereka. Ia percaya akan nilai perutusan paroki. Ia sadar bahwa para imam misionaris di suatu paroki dapat melakukan banyak hal guna membangunkan kembali dedikasi umat terhadap iman mereka.

Add caption
Pater de Mazenod memulai suatu ordo religius baru bagi para imam dan broeder awam pada tahun 1826. Mereka adalah para misionaris yang disebut Oblata Maria Immaculata (Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa). Pelayanan mereka yang teristimewa adalah pergi kepada orang-orang yang belum pernah mendengar mengenai Yesus dan Gereja-Nya. Pater de Mazenod dan ordonya sungguh gagah berani dalam menjawab permintaan-permintaan dari para uskup yang membutuhkan bantuan mereka. Para uskup dari Amerika Utara dengan anusias menanti Oblata. Uskup Ignace Bourget dari Montreal khususnya nyaris tak sabar. Dalam waktu sepuluh tahun, Oblata telah berkembang pesat. Mereka menjangkau seluruh Canada dan memulai pelayanan di Amerika Serikat juga.

Sunday, August 3, 2014

20 Mei : Santo Bernardinus dari Siena

St. Bernardinus dari Siena
Add caption
St. Bernardinus dilahirkan pada tahun 1380 di sebuah kota dekat Siena, Italia. Ia putera seorang gubernur Italia. Kedua orangtuanya meninggal dunia ketika usianya baru tujuh tahun. Kerabatnya mengasihi dia seperti puteranya sendiri. Mereka juga memberikan pendidikan yang baik baginya. Bernardinus tumbuh menjadi seorang pemuda yang tinggi dan tampan. Ia seorang yang menyenangkan, teman-temannya suka padanya. Apabila sedang bersamanya, teman-temannya itu tidak akan berani mengucapkan kata-kata yang tidak pantas, sebab Bernardinus tidak akan tahan mendengarnya. Dua kali seorang teman berusaha membujuknya berbuat dosa, Bernardinus langsung meninju serta mengusirnya pergi.

19 Mei : Santo Selestine V

St. Selestin V
Add caption
Petrus di Morone adalah anak kesebelas dari duabelas bersaudara. Ia dilahirkan sekitar tahun 1210 di Isernia, Italia. Ayahnya meninggal ketika ia masih kecil. Keluarganya miskin, tetapi ibunya membesarkan putera-puterinya dengan cinta yang besar. Ibunya menyekolahkan Petrus karena anak itu menunjukkan niat dan minat yang besar untuk belajar. Suatu ketika, seperti biasa ibunya bertanya, “Siapakah di antara kalian yang akan menjadi seorang santo atau santa?” Petrus kecil, yang kelak menjadi Paus Selestine V, menjawab dengan segenap hati, “Aku, mama! Aku akan menjadi seorang santo!” Dan memang demikian. Tetapi, hal itu tidaklah mudah.

18 Mei : Santo Yohanes I

Add caption
Yohanes I adalah seorang imam dari Roma. Ia menjadi paus setelah wafatnya Paus St Hormisdas pada tahun 523. Pada masa itu, penguasa Italia adalah Theodoric si Gothic, seorang Arian. (Orang-orang Arian tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan.) Pada awal kekuasaannya Theodoric tidak mengusik orang-orang Katolik. Tetapi, kemudian ia berubah dan menjadi sombong serta penuh curiga terhadap setiap orang. Ia membayangkan adanya suatu persekongkolan melawan dirinya. Tak lama berselang, ia percaya bahwa seluruh dunia sedang berusaha merebut tahta dan kekuasaannya. Satu-satunya orang yang hampir pasti tak menginginkan tahta maupun kekuasaannya adalah paus.

17 Mei : Santo Paskalis Baylon

St. Paskalis Baylon
Add caption
Paskalis, seorang kudus dari Spanyol, dilahirkan pada tahun 1540. Sejak usia tujuh tahun, ia bekerja sebagai gembala. Ia tidak pernah punya kesempatan untuk bersekolah. Namun demikian, ia belajar sendiri membaca dan menulis. Ia bertanya kepada siapa saja yang ia jumpai untuk membantunya belajar. Ia belajar dengan giat, agar supaya ia dapat membaca buku-buku rohani. Ia membisikkan doa-doa sepanjang hari sementara ia menggembalakan dombanya.

Ketika berusia dua puluh empat tahun, bocah gembala itu menjadi seorang broeder Fransiskan. Teman-temannya suka padanya. Paskalis seorang yang mudah bergaul dan juga seorang yang lembut hati. Rekan biarawan memperhatikan bahwa seringkali ia mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang paling berat dan tidak menyenangkan. Paskalis melakukan mati raga, bahkan lebih keras dari yang ditetapkan dalam peraturan biara. Namun demikian, ia seorang yang senantiasa penuh sukacita. Dulu, ketika masih seorang gembala, ia merindukan berada di gereja untuk berdoa kepada Yesus; tetapi, tidak bisa. Sekarang, ia bisa. Jadi, ia sangat senang menemani Kristus dalam Sakramen Mahakudus. Ia juga diijinkan menjadi pelayan Misa.

16 Mei : Santo Ubaldus

Add caption
St Ubaldus hidup pada abad keduabelas di Italia. Ia seorang anak yatim piatu yang dibesarkan oleh pamannya, seorang uskup. Ubaldus memperoleh pendidikan yang baik. Setelah tamat sekolah, meski berkesempatan untuk menikah, ia memilih menjadi seorang imam. Di kemudian hari, ia ditahbiskan sebagai Uskup Gubbio, tempat kelahirannya.

St Ubaldus terkenal karena kelamahlembutan dan kesabarannya. Suatu ketika, misalnya, seorang pekerja sedang memperbaiki tembok kota. Ia menyebabkan kebun anggur uskup rusak parah. Bapa uskup dengan halus menunjukkan kesalahannya. Tetapi, pekerja ini malahan berang. Mungkin saja ia bahkan tidak mengenali uskup. Ia mendorong bapa uskup begitu keras hingga uskup jatuh terjerembab ke dalam semen basah; sekujur tubuhnya berlumuran semen. Uskup bangkit, membersihkan diri dan masuk ke dalam rumahnya. Beberapa orang yang menyaksikan semua peristiwa ini menuntut agar sang pekerja dihadapkan ke pengadilan. Uskup Ubaldus muncul di depan pengadilan dan mendapatkan pembebasan bagi sang pekerja.

15 Mei : Santo Isidorus si Petani

St. isidorus, Petani
Add caption
Orang kudus ini dilahirkan pada tahun 1070 di Madrid, Spanyol. Kedua orangtuanya amat saleh. Mereka memberi nama putera mereka: Isidorus, sesuai nama Uskup Agung Seville, Spanyol. Orangtua Isidorus ingin memberikan pendidikan terbaik bagi putera mereka, tetapi mereka tidak mampu. Mereka hanyalah petani penggarap. Putera mereka kelak juga akan melewatkan masa hidupnya dengan mata pencaharian yang sama.

Isidorus bekerja untuk Yohanes de Vargas, seorang tuan tanah yang kaya di Madrid. Ia bekerja untuk Tuan de Vargas sepanjang hidupnya. Isidorus menikah dengan seorang gadis yang baik dari keluarga yang miskin seperti keluarganya. Keduanya saling mengasihi. Mereka mempunyai seorang putera yang meninggal pada waktu masih bayi. Isidorus dan isterinya mempersembahkan kepada Yesus segala kepedihan dan duka mereka oleh karena kepergian putera mereka. Mereka percaya bahwa putera mereka telah berbahagia bersama Tuhan untuk selamanya.

14 Mei : Santo Matias, Rasul

St. Matias, Rasul
Add caption
St. Matias adalah salah seorang dari ketujuh puluh dua murid Kristus. Ia menjadi pengikut Kristus sejak Kristus tampil di hadapan orang banyak. St. Petrus meminta keseratus dua puluh murid untuk bersekutu dalam doa guna memilih seorang rasul untuk menggantikan Yudas. Hal ini amatlah penting karena calon yang terpilih nantinya akan menduduki jabatan uskup, sama seperti para rasul lainnya. Petrus mengatakan bahwa calon haruslah orang yang senantiasa bersama Yesus sejak dari pembaptisan-Nya di Sungai Yordan hingga kebangkitan-Nya.

Bab pertama dalam Kisah Para Rasul mengisahkan bahwa para murid mengusulkan dua nama. Yang satu Matias, dan yang lain Yusuf, yang disebut juga Barsabas atau Yustus. Keduanya, baik Matias maupun Yusuf, amat dihormati oleh para pengikut Kristus. Jadi, sekarang mereka memiliki dua calon untuk menggantikan Yudas; padahal mereka hanya membutuhkan seorang saja. Jika demikian, apa yang harus dilakukan? Sederhana saja. Mereka berdoa dan membuang undi. Matias-lah yang terpilih.

Saturday, August 2, 2014

13 Mei : Santo Andreas Fournet

St. Andreas Fournet dilahirkan pada tanggal 6 Desember 1752. Ia berasal dari Maille, sebuah kota kecil dekat Poitiers, Perancis. Kedua orangtuanya amat saleh. Ibu Fournet sangat mendambakan agar puteranya kelak menjadi seorang imam. Andreas kecil tidak terlalu peduli dengan keinginan ibunya itu. Suatu kali ia berkata, “Aku seorang anak yang baik, tetapi, tetap saja aku tidak mau menjadi seorang imam atau pun rahib.”

Ketika dewasa, Andreas pergi ke Poitiers untuk belajar di perguruan tinggi. Tetapi, hal itu tidak berlangsung lama. Ia terlalu banyak bersenang-senang. Ibunya menyusul dan mendapatkan pekerjaan-pekerjaan baik untuknya. Tetapi semuanya gagal. Ibunya sangat bingung. Hanya tinggal satu kesempatan yang ada. Ibunya berbicara kepada Andreas agar untuk sementara waktu ia tinggal bersama pamannya, seorang imam. Paroki di mana pamannya bertugas adalah paroki yang miskin, tetapi pamannya seorang yang kudus. Di luar dugaan, Andreas setuju. Itulah saat “Tuhan bertindak.”   

12 Mei : Santo Nereus, Santo Akhilleus dan Santo Pankrasius

Add caption
Add caption
 Nereus dan Akhilleus adalah prajurit Romawi yang meninggal sekitar tahun 304. Mereka kemungkinan adalah para pengawal Praetorian di bawah Kaisar Trajan. Kita mengetahui hanya sedikit saja mengenai mereka. Tetapi, apa yang kita ketahui berasal dari dua orang paus yang hidup pada abad keempat, Paus Siricius dan Paus Damasus. Pada tahun 398, Paus Siricius mendirikan sebuah gereja di Roma demi menghormati mereka. Paus Damasus menuliskan sebuah catatan pujian bagi kedua martir ini. Beliau menjelaskan bahwa Nereus dan Akhilleus dipertobatkan kepada iman Kristiani. Mereka meninggalkan senjata mereka untuk selamanya. Mereka adalah para pengikut Kristus yang sejati bahkan hingga menyerahkan nyawa. Nereus dan Akhilleus dibuang dalam pengasingan ke pulau Terracina. Di sana mereka dipenggal kepalanya. Pada abad keenam, sebuah gereja kedua dibangun di bagian lain Roma demi menghormati kedua martir ini.

11 Mei : Santo Ignasius dari Laconi

St. Ignasius dari Laconi
Add caption
Ignasius adalah putera seorang petani miskin di Laconi, Italia. Ia dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1701. Ketika usianya sekitar tujuh belas tahun, ia sakit parah. Ia berjanji, apabila ia sembuh kembali, ia akan menjadi seorang Fransiskan. Tetapi, ketika ia sungguh sembuh dari sakitnya, ayahnya meyakinkannya untuk menunda janjinya itu. Beberapa tahun kemudian, Ignasius nyaris tewas ketika ia kehilangan kendali atas kudanya. Namun, sekonyong-konyong, kuda itu berhenti berlari dan berderap dengan tenang. Ignasius yakin bahwa Tuhan telah menyelamatkan nyawanya. Ia bertekad untuk segera mengikuti panggilan hidup religiusnya.  

10 Mei : Santo Antoninus

St. Antoninus
Add caption
St. Antoninus hidup pada abad kelima belas. Sejak kecil ia telah menunjukkan bahwa ia memiliki kehendak baik serta kemauan keras. Menurut cerita, ketika usianya lima belas tahun, ia mohon diijinkan masuk biara Dominikan. Ia tampak muda dan kecil. Bapa Prior (pemimpin biara) berpikir sejenak dan kemudian berkata, “Aku akan menerimamu apabila kamu telah hapal `Dekret Gratia' di luar kepala. `Dekret Gratia' adalah sebuah buku yang tebalnya beberapa ratus halaman. Jadi, dengan kata lain, prior mengatakan “tidak” kepada Antoninus.

Tetapi, Antoninus menerima tantangan itu. Satu tahun kemudian dia kembali. Sulit dibayangkan betapa terperanjatnya Bapa Prior ketika mengetahui bahwa Antoninus telah menghafalkan seluruh dekret! Tak diragukan lagi, seketika itu juga ia diterima. (Namun demikian, bukanlah kemampuannya menghafal yang mengubah pikiran Prior, melainkan karena ia telah membuktikan kesungguhannya dalam menjawab panggilan hidupnya).

10 Mei : Santo Damianus de Veuster

B. Damian dari Molokai
Add caption
Yoseph "Jeff" de Veuster dilahirkan pada tahun 1840, putera seorang petani Belgia. Jeff dan saudara laki-lakinya, Pamphile, masuk Kongregasi Hati Kudus Yesus. Para misionaris Hati Kudus Yesus berkarya demi iman Katolik di kepulauan Hawaii. Jeff memilih nama “Damianus”. Broeder Damianus seorang yang tinggi dan gagah. Tahun-tahun yang dilewatkannya dengan bekerja di pertanian keluarga telah menjadikan tubuhnya sehat dan kuat. Semua orang sayang padanya, sebab ia baik serta murah hati.

Hawaii membutuhkan lebih banyak misionaris berkarya di sana. Jadi, pada tahun 1863, serombongan imam serta broeder Hati Kudus Yesus dipilih untuk diutus ke sana. Pamphile, saudara Damianus, termasuk salah seorang di antara mereka. Beberapa saat menjelang keberangkatan, Pamphile terserang demam typhoid. Ia tidak lagi dapat dipertimbangkan untuk diberangkatkan ke daerah misi. Broeder Damianus, yang saat itu masih dalam pendidikan untuk menjadi imam, mohon agar diijinkan menggantikan tempatnya. Imam kepala mengabulkan permohonannya. Broeder Damianus pulang ke rumah untuk mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya. Kemudian ia menumpang kapal dari Belgia ke Hawaii, suatu perjalanan yang memakan waktu delapan belas minggu lamanya. Damianus menyelesaikan pendidikannya dan ditahbiskan sebagai imam di Hawaii. Ia berkarya selama delapan tahun di tengah umatnya di tiga daerah. Ia melakukan perjalanan dengan menunggang kuda atau dengan kano (= semacam sampan).      

9 Mei : Beato Nicholas Albergati

Add caption
  Beato Nicholas dilahirkan di Bologna, Italia. Keluarganya mampu menyekolahkannya ke universitas di mana ia mulai belajar hukum. Tetapi, setelah beberapa tahun, Nicholas memutuskan untuk tidak menjadi seorang pengacara. Di usianya yang keduapuluh, ia menggabungkan diri dengan Ordo Carthusian. Paa tahun 1417, biarawan Carthusian ini dipilih menjadi uskup di keuskupan asalnya. Nicholas sama sekali tidak mengharapkan hal ini. Ia bahkan tak dapat percaya bahwa itu adalah kehendak Allah. Tetapi, para superior berhasil meyakinkannya.

Umat menyayangi Uskup Nicholas. Ia tinggal di sebuah rumah kecil yang sederhana. Ia sendiri pun hidup bersahaja. Ia mulai mengunjungi umat di keuskupannya. Pertama-tama, ia pergi kepada keluarga-keluarga yang paling miskin. Ia berbincang dengan mereka dan membantu mereka dalam kebutuhan-kebutuhan mereka. Ia memberkati rumah-rumah mereka. Umat amat bersyukur dan berterimakasih.